Showing posts with label Journal. Show all posts
Showing posts with label Journal. Show all posts
masnerr, teh manis, reggae, pulau pahawang, pahawang besar, kopi manis lampung, konservasi mangrove, lampung

Sepenggal kisah yang berasal dari suatu kebersamaan, kepedulian yang bisa terwujud atas keinginan mengikuti suara hati & tetap berekspresi melalui seni ~Nerr

Pekan Konservasi Mangrove 2012 di selenggarakan oleh sekumpulan teman-teman pecinta alam yang diberi nama Komunitas Kopi Manis Lampung. Serangkaian kegiatan yang bertujuan untuk melestarikan alam, bakti sosial, open trip & juga hiburan itu diselenggakan pada hari Jumat-Minggu, 21-23 Desember 2012. Teh Manis reggae band yang dipercaya oleh panitia & diminta untuk turut serta berpartisipasi di dalamnya. Charity! We Love It! *

Berangkat dihari ke-2 setelah acara dimulai, yaitu hari sabtu. Rombongan yang berisi personil, crew & beberapa teman-teman yang ingin ikut karena rasa penarasan akan pesona alam di pulau pahawang itu memutuskan untuk berangkat sabtu sore. Sekitar jam 4:20 sore Kami sudah berkumpul di rumah David yang berada di Teluk Betung & kemudian berangkat menggunakan motor beriringan. Hingga sekitar jam 5.45 menjelang maghrib rombongan sudah tiba di dermaga Ketapang untuk menitipkan kendaraan & menyebrangi perairan dengan kapal kecil yang menghabiskan waktu sekitar 30 menit hingga sampai ke tujuan, yaitu Pulau Pahawang.

masnerr, teh manis, reggae, pulau pahawang, pahawang besar, kopi manis lampung, konservasi mangrove, lampung
masnerr, teh manis, reggae, pulau pahawang, pahawang besar, kopi manis lampung, konservasi mangrove, lampung
masnerr, teh manis, reggae, pulau pahawang, pahawang besar, kopi manis lampung, konservasi mangrove, lampung
masnerr, teh manis, reggae, pulau pahawang, pahawang besar, kopi manis lampung, konservasi mangrove, lampung
masnerr, teh manis, reggae, pulau pahawang, pahawang besar, kopi manis lampung, konservasi mangrove, lampung
masnerr, teh manis, reggae, pulau pahawang, pahawang besar, kopi manis lampung, konservasi mangrove, lampung
masnerr, teh manis, reggae, pulau pahawang, pahawang besar, kopi manis lampung, konservasi mangrove, lampung
masnerr, teh manis, reggae, pulau pahawang, pahawang besar, kopi manis lampung, konservasi mangrove, lampung
masnerr, teh manis, reggae, pulau pahawang, pahawang besar, kopi manis lampung, konservasi mangrove, lampung

Sekilas info..
Terdapat 2 pulau yang diberi nama Pahawang, 2 pulau yang letaknya berdempetan yaitu pulau Pahawang Kecil yang kabarnya dimiliki oleh turis asing & pulau Pahawang Besar yang luasnya sekitar 1.084 hektare. Pahawang Kecil sering dijadikan destinasi wisata oleh masyarakat sekitar lampung, meskipun kabar yang juga didapat dari penduduk sekitar mengatakan bahwa pulau pribadi yang dimiliki oleh bule asal prancis itu tidak boleh dikunjungi oleh pemiliknya. Namun si penjaga tetap saja sesekali memberi izin pengunjung yang datang demi beberapa lembar uang. No coment deh ya..

Kembali ke laaaaaap..
Selepas maghrib, kapal yang ditumpangi baru bisa meluncur ke tujuan & sekitar 30 menit kemudian kapal sudah bersandar di dermaga pulau Pahawang Besar yang dihuni oleh sekitar 1500 penduduk. Tak jauh dari dermaga terlihat beberapa panitia pelaksana yang sudah menantikan kedatangan Kami di sebuah bangunan seperti pendopo. Ya, sebut saja pendopo. Di depannya membentang tanah lapang & membelakangi pantai. Karenanya, mulai detik itu hingga serangkaian kegiatan berakhir, Kami memilih pendopo itu untuk menjadi rumah singgah selama di sana. Habisnya, tempatnya asik..

masnerr, teh manis, reggae, pulau pahawang, pahawang besar, kopi manis lampung, konservasi mangrove, lampung
masnerr, teh manis, reggae, pulau pahawang, pahawang besar, kopi manis lampung, konservasi mangrove, lampung
masnerr, teh manis, reggae, pulau pahawang, pahawang besar, kopi manis lampung, konservasi mangrove, lampung
masnerr, teh manis, reggae, pulau pahawang, pahawang besar, kopi manis lampung, konservasi mangrove, lampung
masnerr, teh manis, reggae, pulau pahawang, pahawang besar, kopi manis lampung, konservasi mangrove, lampung
masnerr, teh manis, reggae, pulau pahawang, pahawang besar, kopi manis lampung, konservasi mangrove, lampung

Semua barang bawaan mulai dari alat musik hingga tas yang berisi beberapa perlengkapan langsung diletakkan di pendopo. Beberapa dari Kami ada yang langsung berfoto ria, ada yang beristirahat sambil menikmati deburan ombak & beberapa diantaranya terlihat serius bercengkrama dengan panitia pelaksana. Tak lama kemudian, Kami diantar ke salah satu rumah penduduk yang jaraknya sekitar 200 meter dari pendopo untuk santap malam & mengakrabkan diri dengan penduduk setempat. Santapan malam yang menggugah selera, dengan sajian ikan bakar yang tentunya masih sangat segar. Ikannya banyak, tapi jelas malu kalo mau ambil banyak-banyak. hehe..

Hingga masuk waktu sholat isya & kemudian kembali ke pendopo. Acara malam itu dimulai sekitar jam 8 (ba'da isya), dengan mengumpulkan peserta & beberapa penduduk setempat di tanah lapang depan kantor kelurahan yang letaknya tak jauh dari pendopo. Beberapa sambutan diisi & pembagian sumbangan seperti buku iqro untuk anak-anak merupakan salah satu kegiatan bakti bakti sosial dalam acara itu. Malam semakin larut, hembusan angin di tepian pantai mulai terasa menggelitik beberapa bagian tubuh melalui sela-sela pakaian yang tak tertutup rapat. Hingga tiba waktu hiburan, it's show time!

Beberapa lagu Kami mainkan, ditemani dendang beberapa panitia & masyarakat yang terlihat sangat menikmati irama musik reggae yang disajikan dengan format akustik. Beberapa orang lainnya ada yang tersenyum, bahkan hingga tertawa entah disebabkan oleh sesuatu yang mungkin terasa menggelitik. Sekitar 10 lagu Kami mainkan & kemudian mohon undur dari atas panggung sederhana itu. Tepat setelahnya, seorang ibu yang terlihat cukup berumur (lupa siapa namanya) naik ke atas panggung, mengambil gitar yang tergeletak diatas kursi & langsung bernyanyi menebarkan suaranya dengan nada-nada nan bernuansa di malam itu.

Malam yang menyenangkan..
Dengan izin dari panitia, Kami memutuskan untuk tetap & beristirahat di pendopo. Ya, meski angin pantai cukup terasa dingin menusuk hingga sumsum tulang. Tapi kepulan asap putih yang menemani Kami selalu mampu menyajikan senyuman untuk tetap bernyanyi.

**

Pagi itu dibangunkan oleh belaian lembut sang mentari disertai deburan ombak yang cukup menggoda. Seketika mata terbuka, menyaksikan beberapa diantara mereka sudah bermain dengan dinginnya air yang tentu terasa asin. Tanpa pikir panjang, tubuh langsung beranjak dari tempat tertidur tadi menuju tumpukan pelampung & alat snorkling yang sebelumnya sudah disiapkan oleh panitia. Saatnya menikmati keindahan bawah air di pulau ini *byuuurrr

Tak lebih dari 30 menit badan ini mengapung dipermukaan air laut sambil menikmati keindahan terumbu karang & ikan-ikan kecil yang berenang di bawah sana. Hingga tiba waktu untuk sarapan & kembali melanjutkan kegiatan yang merupakan akhir dari acara di pulau itu. Kegiatan inti yang tertera di judul acara, yaitu penanaman mangrove (pohon bakau).

Lokasi penanaman berada di tepian pantai yang letaknya sekitar 300 meter dari tempat Kami bersantap. Hanya butuh waktu beberapa menit berjalan kaki sambil diselingi canda gurau untuk mencapai tempat itu. Sesampainya, masing-masing dari Kami diberikan 2 tangkai bibit mangrove yang nantinya akan ditanam ditempat yang sudah ditunjukkan. Mengingat bahwa itu kegiatan terakhir, maka hampir semua dari peserta acara berfoto bersama sambil memegang bibit mangrove yang sudah dibagikan.

Proses penanaman berlangsung tak lebih dari 1 jam. Sambil menunggu peserta lain yang masih menanam, Kami santai sejenak sambil mengabadikan momen itu. Tak terasa sinar mentari terasa hangat kian menyengat, keberadaannya tepat diatas kepala. Tanda alam yang menunjukan waktu sudah siang & rombongan segera kembali ke pendopo untuk mengemas semua barang bawaan. Bersiap untuk bergegas pulang.

Ya.. begitulah sekilas memori yang masih terkenang saat pertama kali menginjakkan kaki di Pulau Pahawang.
Ramadhan 2015 ini sangat berbeda dengan ramadhan di tahun sebelumnya. Ya, beberapa tahun sebelumnya nerr selalu menyibuki diri untuk koordinasi dengan teman-teman lama, mulai dari teman SD, SMP, SMA & beberapa teman kuliah yang masih tinggal di Bandar Lampung. Ramadhan emang momen satu-satunya yang tepat untuk dijadikan ajang mempererat tali silaturahmi, buka bersama misalnya. Tapi entah karena kesibukan yang cukup menyita waktu, ramadhan 2015 ini sama sekali tidak ada agenda buka bersama dengan teman-teman alumni manapun. 

Hanya saja, sekitar seminggu sebelum hari raya Idul Fitri, beberapa teman wanita sempat menghubungi. Ya, ketiga wanita pada foto ini berhasil mengelabui dengan mengatakan bahwa teman-teman slytherin sudah berkumpul untuk buka puasa bersama di sebuah mall yang baru beberapa bulan yang lalu dibuka. Berhubung saat itu sudah lewat maghrib & masih berada di Pasar Seni, langsung saja nerr tancap gas menujut tempat yang mereka sebutkan.

Tapi ternyata... setibanya disana, hanya 3 sosok wanita itu yang terlihat sambil tertawa-tawa. Oke, mereka berhasil. Agith, Delvi & Della emang terbilang teman wanita yang cukup dekat semasa SMA. Tapi sialnya kenapa gue laki sendiri ya? ditambah lagi mereka ngajak untuk photobox. Mau-nggak-mau malam itu harus ikhlas jadi bodyguard hingga masing-masing pangeran dari mereka menjemputnya. hahaha..

rendra, maramis, rendra maramis, mas, nerr, masnerr, slytherin, social youngest three be interest, nisa agitha, agith, delvi yuliana, delvi, gesma della, della
rendra, maramis, rendra maramis, mas, nerr, masnerr, slytherin, social youngest three be interest, nisa agitha, agith, delvi yuliana, delvi, gesma della, della
rendra, maramis, rendra maramis, mas, nerr, masnerr, slytherin, social youngest three be interest, nisa agitha, agith, delvi yuliana, delvi, gesma della, della

Mereka yang terlalu bening, atau mungkin Mas yang cukup gelap? Biarlah, tak mengapa. Alhamdulillah dikesempatan Ramadhan kali ini Kita masih bisa berjumpa.
Beberapa hari yang lalu sempat kaget ada yang tanya "twitter kamu dibajak??", sesegera mungkin langsung cek timeline @MasNerr & cukup terkaget lihat beberapa kicau yang kemudian langsung dihapus tanpa cek dari perangkat (device) mana kicau itu terlontar. Tanpa berburuk sangka, mungkin saja akun tweetdeck yang dibiarkan aktif di browser laptop yang ditinggal oleh pemiliknya dikamar membuat sang pelaku memanfaatkan peluang tersebut untuk iseng membajaknya.

Akan tetapi, pagi ini setelah selesai aktifitas seperti biasa iseng cek timeline & lagi-lagi ada beberapa twit yang hm.. langsung aja cek penampakannya dibawah ini..




Karena penasaran, twit kali ini tidak langsung dihapus. Coba ditelisik lebih lanjut & diketahui bahwasannya twit tersebut diupdate melalui iPhone device. Selanjutnya tinggal mengingat-ingat, terakhir kali minjem iPhone siapa ya untuk buka twitter?

** untuk sang pembajak : segeralah bertaubat, memohon ampun & kembali ke jalan yang benar.





















Keputusan untuk mengurangi beberapa aktifitas di luar rumah seperti ngeband, berorganisasi, kagiatan sosial & budaya Indonesia yang mulai terkikis ini, beberapa bulan di penghujung tahun 2014 Nerr kembali bergaul dengan masyarakat di sekitar lingkungan "Jagabaya Electone Town". Di lingkungan ini, ada beberapa nama nama yang nampak menarik jika diangkat cerita & karakter nya.

Pada kesempatan siang hari yang malamnya belum sempat meniduri diri ini Nerr mau menceritakan kisah seorang nenek & cucu lelakinya yang masih remaja tanggung nan penuh tanggungan. Sebut saja Nenek Roh, yang telah mengurus cucunya yang diberi nama lengkap M. Junius alias Iyus alias Junet itu sedari usianya sekitar 8 bulan. Jika ada pepatah mengatakan bahwa "Nama adalah Doa", tentu Kita juga seharusnya memahami bahwa doa itu tak selalu dijabah, atau mungkin ditunda. Iya toh??

"Semoga saja doa orang tua yang diberikan pada nama sang cucu yang biasa disapa Iyus ini ditunda oleh Sang Pencipta", dalam hati Nerr berdoa. Pasalnya, diusia yang memasuki (sekitar) 1/5 abad ini Iyus sudah cukup banyak menorehkan rekam jejak yang membuat keluarga, orang tua, orang sekitar rumah hingga orang-orang yang lagi kenceng itu jadi geleng-geleng kepala, tanpa terkecuali Nenek Roh.

Jika orang-orang yang disebut lagi kenceng tadi menggeleng-gelengkan kepalanya karena menikmati dentuman musik fangkot yang dimainkan Iyus di sebuah Bar pinggir kota milik sepupunya, lain hal dengan orang-orang sekitar lainnya yang mau-tak-mau atau sadar-tak-sadar menjadi saksi berbagai aksi & reaksi dari sang remaja tanggung yang ternyata sosoknya sudah bertengger tepat di tengah pintu kamar ini. Nerr pun tersenyum & Mas kehilangan fokus..

*sepertinya bersambung*
Jumat dini hari..
Pendengaran kurasa lebih tajam berbanding indera lainnya,
Nyanyian hewan malam semakin bergeming disekitar, gemuruh sesekali menderu dari jalur lintas yang hanya berjarak ribuan cm dari titik ini..

Jumat dini hari..
Mencoba pertajam penglihatan,
Hanya 2 lampu penerang jalan & selebihnya gelap tak bertuan, tanpa gerakan..

Jumat dini hari..
Dihadapkan pada segaris jalan yang diujungnya habis terhempas sisa gelap malam,
Menghadap ke kiri & seolah ditertawai oleh rerumput & pepohonan yang tak mungkin terhitung jumlahnya,
Sebelah kanan adalah harapan, sebuah gerbang yang sepertinya tak akan dibuka hingga kumpulan bait ini diakhiri..

Satu hal yang pasti..
Beberapa mata kurasa tertuju pada titik ini, hingga detik ini..
Satu mata bercitra merah kuyakini terus merekam & menyimpannya ke dalam memori..

Rogohlah memori itu ketika kau sudah berada di baris ini..

Selamat pagi.

Jumat Dini Hari

by on August 08, 2014
Jumat dini hari.. Pendengaran kurasa lebih tajam berbanding indera lainnya, Nyanyian hewan malam semakin bergeming disekitar, gemuruh sese...

Santai ..

Coba pahami sebersit makna yang terkandung dari kata di atas. Dengan begitu, bisa jadi kamu akan mengerti mengapa tertulis judul seperti itu.
Kuulang sekali lagi,

Santai ..

Okelah.. Semoga kamu juga bisa coba mengikuti ritmenya, atau mungkin akan beranjak pergi dengan sendirinya. Ya, tak mengapa.

Biarlah, Aku Tak Mengapa

by on July 21, 2014
Santai .. Coba pahami sebersit makna yang terkandung dari kata di atas. Dengan begitu, bisa jadi kamu akan mengerti mengapa tertulis judul ...
Kembali teringat ketika malam itu Kita terduduk di lobi hotel. Malam terakhir di Kota Kembang, lebih dari 70% perjalanan itu dilalui. Rute perjalanan yang tertuang dalam Program Kerja di tahun 2013-2014.

Wajahmu baru kulihat, tapi namamu telah beberapa kali kudengar. Hal pertama yang paling melekat di memori adalah suaramu, khas & menenangkan. Sorot mata yang seakan perlahan menjinakkan sisi liarku. Ingin rasanya lebih dekat, jauh lebih dekat. Kutanya pin, twitter & semua jalur yang bisa menghubungkanku denganmu & ternyata kau sudah cukup lama ada di kontak & beberapa sosmed lainnya. Oh God.

Tak dapat kuingat apa saja yang kita bicarakan dimalam itu. Yang pasti tubuhku masih ingin bersandar di sana untuk waktu yang lebih lama. Kala itu, sekitar 5 bulan yang lalu. Saat ini, dirasa rindu akan sorot mata & getar suara itu, mengapa begini? Ais, biarlah.
Semangat berpuasa..

Eh, ini puasa ke berapa ya? yang ke-6 atau ke-7 kah? ntah deh, yang pasti dari puasa pertama sampe sekarang ini Nerr belum ada yang bolong, horreeee..

Oke, Mas gak perlu kasih selamet deh, Nerr udah tau kok apa yang mau Mas ucap. Udah deh ya, sekarang biarin Nerr mau cerita ya, mumpung lagi mood nih. Oke, tiketiketiketiketik..

Cerita dimulai di meja makan saat bersantap sahur tadi. Alhamdulillah, di sini juga Nerr mau mengucap syukur kepada Allah SWT yang berkat karunia Nya pula di meja makan tadi masih lengkap berkumpul anggota keluarga yaitu Bapak, Mama, Teh Ari, Nisa, Nia, si bungsu Rahadian yang baru sunat juga mulai rajin puasanya & ada Nenek satu-satunya yang kemarin bela-belain dateng untuk liat cucu nya disunat.

"ini puasa terakhir kita bisa kumpul lengkap begini ya, tahun depan udah ada 1 yang ilang", ucap bokap setelah menghabiskan santap sahurnya. Dua detik pertama gue merasa ucapan itu bagaikan #kode dari Bokap, tapi di detik selanjutnya perasaan gue semu tadi sirna begitu Bokap tersenyum sambil melirik Teh Ari. "Oooooohhh.." sambil nyengir gue paham apa yang dimaksud Bokap tadi. Orang hilang yang dimaksud Bokap tadi ternyata Teh Ari. Tau kenapa Teh Ari yang dimaksud?? Arini Widyasari nama lengkap nya, Insya Allah di bulan oktober nanti dia akan melangsungkan acara pernikahan. Doakan semoga semua berjalan sesuai dengan rencana ya, amiin.. *cerita selesai tanpa sebab*
Selamat pagi kali ini ditemani beberapa teguk kopi dingin, dingin sekali hingga hati ini tak ingin lagi merasa dingin. Bagaikan panas, kian membara, entah apa yang dirasa. Sudahlah, akhiri saja..

Sejak lama hal ini terpikirkan, ingin mengakhiri beberapa kegiatan yang cukup menguras waktu, tenaga & tentunya pikiran.


Kamu sudah cukup banyak membantu, nerr.
Beberapa lingkaran & proses sudah kamu lalui.
Tidak sedikit waktu yang terbuang & nantinya tentu dikenang.
But... You have a passion, remember that & take action!

Kamu butuh waktu yang cukup untuk memantapkan arah & tuju.
Lepaskanlah peran itu satu persatu, bantulah dirimu.
Just do it, now !!

It's Time To Play Ego ?!

by on May 28, 2014
Selamat pagi kali ini ditemani beberapa teguk kopi dingin, dingin sekali hingga hati ini tak ingin lagi merasa dingin. Bagaikan panas, kia...

Mas:
Belakangan ini sikap nerr cukup banyak yang berubah. Dia coba untuk tidur tidak larut malam & bangun dipagi hari, menyempatkan diri antar sang ibu ke pasar & kemudian pergi sarapan sembari menemui seorang....

Nerr:
Helloo..
Mas coba lempar kail sembunyi pancing nih. Itu kan mas yang mau, mas yang ingin. Kok ngebantalin gue?

Mas:
Nerr, ini urusan perasaan kan? Iya kan? Itu wilayahnya kamu kan? Bener kan?

Nerr:
Wah, reseh nih si mas.
"Pelan-pelan saja jangan buru-buru.. pasti nanti kan ada waktunya". Tau kan makna dari lirik Ray D'Sky itu? Jangan buru-buru omong soal perasaan deh -,-

Mas:
Hehehe oke oke..
Tapi itu bukan berarti kamu menghindar atau menutupi perasaan kamu kan?

Nerr:
Iya paham, gue masih coba untuk jalani & sejauh ini juga masih tahap penyesuaian. Tapi agaknya mas itu yang menggebu-gebu, ya kan? Mas kan lagi butuh motivasi gitu, butuh semangat gitu dari dia yang...

Mas:
Udah deh.. udah.. udah malem, kita tidur ya.. besok lagi ya..

Nerr:
Huu.. mulai nih, kebiasaan nih. Kau yang memulai & kau pulai yang mengakhiri alias menghindari -,-

Mas:
Zz.

Lempar Kail Sembunyi Pancing

by on May 21, 2014
Mas: Belakangan ini sikap nerr cukup banyak yang berubah. Dia coba untuk tidur tidak larut malam & bangun dipagi hari, menyempatkan dir...
Helloo permirsa dimanapun berada,
baik yang sedang bimbang maupun yang sakit pinggang di bagian belakang..
Pada postingan kali ini nerr mau memberikan secercah clue untuk kalian yang ingin tau seperti apa pola yang mungkin tanpa sadar terbentuk dalam hatinya nerr *ehm
Oke, mari kita mulai.. tu.. wa.. ga..
Mungkin diantara pembaca ada yang sudah terpikir, apa sih maksud dari judul di atas? munkin saja..

**

Yaahh..
Nafsu bercerita tetiba hilang dengan seketika..
Baiklah, akan dilanjut lain kali saja..

Semangat Hati

by on May 15, 2014
Helloo permirsa dimanapun berada, baik yang sedang bimbang maupun yang sakit pinggang di bagian belakang.. Pada postingan kali ini nerr ...

Setelah beberapa waktu yang lalu #Nerr diberi kebebasan melanglang buana disertai ketidak seriusannya, in the morning of MAY DAY , #Mas is come back!! Just write & try to share about...

mas : "selamat pagi, nerr"
nerr : "selamat pagi, mas. pasti belum tidur ya?"

mas : "iya, kok tau?
nerr : "kan, emang biasanya mulai pengen nulis itu kalo lagi gak bisa tidur.

mas :
"hehe.. masih inget aja, nerr..
ntah kenapa cukup banyak yang terpikiran nih"

nerr :
"cuma terpikirkan? atau,
sempat terasakan juga sama mas nya?"

mas : "mbuh lah, nerr. udah ah, mas ngantuk. tiduuuurrlaaah.."
nerr : "issh.. apaa laaahh?!

#tubikontinyu >>




Katanya, is come back

by on May 01, 2014
Setelah beberapa waktu yang lalu #Nerr diberi kebebasan melanglang buana disertai ketidak seriusannya, in the morning of MAY DAY , #Mas i...
Hey Merah (hati)
Mengapa kini kau tak menarik lagi?

Tapi tulusku masih coba memberi arti,
Seiring bayangmu terus hadir dalam mimpi.

Mungkin kusejenak berhenti,
Sembunyi di balik rindu ini.
Tak berarti membohongi hati.

Hanya berusaha untuk tak mengganggu,
Mungkinkah kau tau? itu saja.

Merah (Hati)

by on April 08, 2014
Hey Merah (hati) Mengapa kini kau tak menarik lagi? Tapi tulusku masih coba memberi arti, Seiring bayangmu terus hadir dalam mimpi. ...
Selamat pagi,

Lama rasanya mengabaikan blog ini. Cukup banyak hal terjadi, namun maaf bila belum cukup waktu untuk berbagi.

Pagi ini tak jauh berbeda dengan pagi sebelumnya, dimana rasa lelah tak disertai kantuk ini sungguh mengganggu. Tubuh tak mampu banyak bergerak, karena badan terasa kaku. Namun pikirku terus berlalu, entah kemana. Ingin ini, ingin itu, banyak sekali..

Coba kurangkai lagi kata demi kata melalui jemari yang juga lama tak banyak gerak. Mencoba kembali memper-kosakata menjadi rangkaian kalimat yang mungkin saja bermakna.

Apa kabarmu?
Apa kabar dia?
Semoga kita baik-baik saja..

Banyak yang ingin kuceritakan, padamu, pada semua. Tapi hati rasa terbagi menjadi dua, kujadi ragu. Etiskah kutuangkan? atau lebih baik bila rapat disimpan?

Sudahlah, sekian dariku dipagi ini. Pasti kan kutulis lagi.
Untukmu. Iya, untuk Kamu sang pemerhati senyum & gerakku.

Sebut Saja Pagi

by on April 08, 2014
Selamat pagi, Lama rasanya mengabaikan blog ini. Cukup banyak hal terjadi, namun maaf bila belum cukup waktu untuk berbagi. Pagi ini tak...
Yaahh.. namanya juga Reno, harap dimaklumin aja segala tingkah laku konyol & absurdnya itu. namanya juga Reno hohoho

Reza Wibisono (Reno)

by on April 23, 2012
Yaahh.. namanya juga Reno, harap dimaklumin aja segala tingkah laku konyol & absurdnya itu. namanya juga Reno hohoho