Mempromosikan suatu event melalui Twitter? Sebuah trik yang layak dicoba. Bagi Anda yang bergerak di bidang bisnis event organizer, atau peluncuran produk maupun jasa, seminar, talkshow, atau apapun itu, cara ini cukup menguntungkan. Livetweet, begitu kita biasa menyebutnya, merupakan salah satu cara agar produk atau jasa Anda semakin dikenal melalui social media.

Apa keuntungan livetweet? Livetweet adalah aktivitas memposting kronologis suatu acara, langsung ketika acara berlangsung. Keuntungannya, orang yang tidak tahu mengenai event tersebut menjadi tahu dan tertarik. Mereka yang tidak sempat hadir pun bisa mengikuti jalannya acara melalui livetweet. Lebih luas lagi, teman-teman di Twitter bisa ikut mendiskusikan program yang sedang berlangsung. Cara ini cukup ampuh untuk mempromosikan acara Anda, sehingga kelak ketika mengadakan acara serupa, sudah banyak orang yang aware.

livetweet, ner, nerrrrrrrr

Bagaimana cara livetweet yang baik? Berikut ada beberapa langkah yang bisa dilakukan:

1. Tetapkan tagar atau hashtag
Buat hashtag alias tagar yang simpel, mudah diingat, dan sesuai dengan nama event yang akan digelar. Misalnya #SocMedFest12 untuk event Social Media Festival 2012, dan seterusnya.

2. Lakukan jauh-jauh hari
Agar banyak follower aware mengenai acara yang akan dilangsungkan, twitlah informasi tentang acara Anda sejak jauh-jauh hari. Gunakan tagar yang sudah ditetapkan agar terkesan konsisten.

3. Sebelum acara berlangsung
Saat hari H, twitlah informasi seputar persiapan acara. Sebutkan siapa saja yang akan hadir, apa topiknya, dimana tempatnya, dan sedikit info tentang kesibukan persiapan. Lebih bagus lagi jika melakukan mention akun Twitter orang-orang yang akan hadir di acara Anda.

4. Pengulangan informasi
Informasi yang berulang-ulang tentang acara yang akan berlangsung bisa membuat follower jenuh. Buatlah kalimat yang bervariasi, menarik, dan menyenangkan. Ajak follower Anda berinteraksi tentang acara tersebut.

5. Livetweet saat event
Sampaikan jalannya acara secara kronologis, namun tidak dengan kalimat kaku. Twit juga sejumlah pernak-pernik yang seolah remeh namun menarik dan lucu selama acara berlangsung. Sertakan kutipak kalimat dari pembicara yang dirasa punya greget dan bisa memancing interaksi dengan follower.

6. Sertakan twitpic
Agar follower Anda bisa menangkap informasi acara secara lebih hidup, lakukan twitpic beberapa foto-foto menarik selama jalannya event. Mention ke orang-orang yang ada di foto tersebut. Mereka akan dengan senang hari me-retweet-nya.

7. Ucapan terima kasih
Setelah acara usai, jangan lupa ucapkan terima kasih ke semua pembicara dan pengunjung. Mention akun Twitter mereka satu per satu jika ada, agar mereka merasa dilibatkan dalam livetweet dan mereka akan me-retweet-nya.

Source : goo.gl/Z1vDW

7 Tips Livetweet yang Efektif

by on November 30, 2012
Mempromosikan suatu event melalui Twitter? Sebuah trik yang layak dicoba. Bagi Anda yang bergerak di bidang bisnis event organizer, atau pe...
kerja malam, lembur, ner, nerrrrrrrr

Agen Penelitian Kanker Internasional (IARC) baru-baru ini memutuskan untuk memasukkan poin mengenai bekerja pada malam hari ke dalam daftar pekerjaan beresiko kanker. Dalam dafar tersebut juga termasuk sinar ultraviolet, karbon hitam, mesin pembuangan uap, zat-zat pewarna berbahaya, dan sebagainya. Dengan demikian karyawan memiliki hak untuk mendapat kompensasi bagi resiko pekerjaan tambahan saat mereka diharuskan lembur pada malam hari.

Ilmuwan Jepang dari University of Occupational and Environmental Health mengadakan sebuah eksperimen. Mereka mengamati 14.000 orang selama 10 tahun. Penelitian tersebut mengungkapkan bahwa karyawan yang bekerja dengan jam kerja fleksibel lebih banyak menderita kanker prostat dibanding mereka yang bekerja dengan jam kerja standar.

Pakar Denmark dari Institute of Cancer Epidemiology memeriksa 7.000 wanita berusia 30 hingga 54 tahun. Diketahui bahwa para wanita yang bekerja setidaknya selama enam bulan lamanya pada malam hari memiliki peluang lebih tinggi mengidap tumor payudara.

Richard Stevens, seorang professor dari Connecticut University Health Center merupakan ilmuwan pertama yang mengamati interkoneksi antara bekerja malam hari dan kanker payudara pada tahun 1987.

Ilmuwan menyelidiki alasan merebaknya kanker payudara pada tahun 1930-an, di mana saat itu ba-nyak perusahaan yang mulai menetapkan 24 jam kerja penuh sehari dengan mempekerjakan wanita sebagai buruh siang dan malam.

Mereka yang sering lembur malam hari juga memiliki resiko lebih tinggi terkena penyakit jantung. Para ilmuwan dari University of Milan memeriksa 22 ahli logam pria yang memiliki jam kerja berbeda setiap minggunya.

Pengamatan harian kerja jantung mereka menunjukkan bahwa rata-rata detak jantung dan aktivitas sistem yang berhubungan dengan hormon tidak mengalami perubahan saat bekerja pada malam hari. Dengan kata lain, orang-orang tersebut sadar dan bekerja walaupun kerja jantung dan pembuluh darah berkurang seperti layaknya saat mereka tidur. Hal ini berarti aktivitas ketegangan dan fisik berada di luar batas kekuatan mereka saat malam hari.

Kepala penelitian Rafaello Furlan percaya bahwa tubuh manusia tidak dapat beradaptasi dengan aktivitas malam hari, yang sesudahnya dapat berakibat pada penyakit jantung. Namun, para ilmuwan belum mengetahui pastinya mekanisme penyakit ini akan muncul pada saatnya.

Ilmuwan menyampaikan beberapa teori yang menjelaskan dampak negatif bekerja malam hari ter-hadap kesehatan manusia.

Pertama dan yang terpenting, seorang manusia merupakan mahkluk yang hidup pada siang hari. Bekerja pada malam hari dan tidur saat siang hari mengganggu bioritme harian dan rentan terkena berbagai penyakit.

Organisme manusia memproduksi melatonin, yaitu hormon tidur, pada malam hari. Hormon ini mengatur ritme biologis sama seperti hormon-hor-mon lainnya. Apabila seseorang tidak tidur pada malam hari, sistem akan mengalami penyimpangan. Gaya hidup malam hari membuat sulit diri sendiri. Penduduk di wilayah utara sering menderita polar tension syndrome (sindrom yang sering dialami penduduk kutub utara), yang diakibatkan musim dingin gelap yang panjang, kurangnya vitamin, kondisi iklim yang buruk dan musim panas yang sangat jarang. Kekurangan sinar matahari merupakan cobaan serius bagi seorang manusia. Akan menyebabkan depresi, seringkali tidak diketahui oleh si penderita.

Konsekuensi negatif bekerja malam hari tidak berakhir di sini. Nausea, gangguan lambung, sakit perut, diare dan hilangnya nafsu makan merupakan berbagai keluhan umum yang sering dialami karya-wan yang bekerja malam.

Tidur yang baik sangat dianjurkan agar fungsi perut bekerja normal. Kerja malam membingungkan jam kerja biologis tubuh, untuk mensinkronisasikan konsumsi makanan dan pencernaan. (val/pravda.ru)

Pada akhirnya, kerja malam sering memisahkan orang-orang dari keluarga dan teman-teman mereka, menciptakan situasi tertekan.

Source : goo.gl/9cETu
pelupa, ner, nerrrrrrrr, lupa

Anda sering lupa untuk membawa dompet ketika berpergian? Atau lupa dimana terakhir meletakkan hp saat sedang di rumah sehingga perlu sampai memiscalnya untuk tahu keberadaan si hp? Atau apakah Anda sering mengeluh bahwa apa yang baru dipelajari beberapa waktu lalu sudah lupa? Mungkin dewasa ini semakin banyak orang yang mengeluhkan berbagai hal seperti diatas. Intinya, mengapa kita semakin mudah lupa? Jika kita menceritakan hal ini dengan teman sebaya, paling-paling mereka hanya mengatakan dengan enteng”sudah pikun kali loe!”

Terkadang lupa akan sesuatu yang kecil tidak akan meresahkan, tetapi bila terjadinya berulang-ulang atau terkait dengan kelupaan yang serius tentunya masalah ini sering meresahkan. Lupa atau pikun sudah melekat erat di persepsi masyarakat sebagai suatu fenomena alamiah pada orang yang semakin menua. Padahal kepikunan pada orang tua itu ada batasnya, yaitu kapan dibilang alamiah, kapan pula sudah masuk ke tahap patologis suatu penyakit. Tetapi isu yang lebih hangat saat ini adalah banyaknya gejala ”kepikunan” yang dialami orang lebih muda seperti Anda dan saya. Persoalan kepikunan yang sering terjadi adalah yang sederhana seperti tertuliskan oleh contoh di atas.

Kepikunan macam tersebut pada usia relatif muda sesungguhnya seringkali bukanlah suatu penyakit otak seperti misalnya dementia pada orang tua. Ada banyak faktor yang dapat membuat mengapa orang muda jaman sekarang banyak lupa dan ternyata jika ditilik lebih teliti, faktor psikis merupakan faktor penting. Untuk dapat memasukkan suatu ide atau ingatan ke dalam gudang memori kita di otak, seseorang haurs memiliki daya konsentrasi dan fokus yang baik. Selain itu, ingatan yang baik harus didukung oleh tindakan repetitif (atau sering berulang-ulang dipraktekkan atau dikeluarkan dari pikiran) dan motivasi yang merupakan alasan kuat mengapa otak Anda harus bersusah payah menyimpan data memori untuk diri Anda. Jadi gangguan dari salah satu faktor tersebut dapat membuat Anda mudah ’pikun’.

Jaman sekarang, masyarakat perkotaan seringkali hidup dalam serba keterburu-buruan dan melakukan banyak aktivitas dalam waktu yang berdekatan. Semua itu akan membuat pikiran sulit terfokuskan, menimbulkan akumulasi kelelahan yang berakibat daya konsentrasi melorot apalagi jika ditambah insomnia yang telah menjadi rekan setia setiap malam. Stress dan kecemasan di lain pihak akan semakin menutup pintu masuk memori di dalam otak. Memori kita memiliki 4 derajad, yaitu memori segera, jangka pendek, jangka sedang dan jangka panjang. Dan otak kita bertugas menjadi filter untuk setiap info yang masuk, mana yang akan masuk ke arah memori derajad lebih tinggi yaitu memori jangka panjang. Kebanyakan aktivitas kita yang dilakukan secara terburu-buru hanya sempat mengisi lubang memori segera atau jangka pendek dan ketika kesibukan lain mengisi kepala kita maka filter otak akan menyaring dan membuangnya. Hanya hal-hal yang berkesan, masuk dengan konsentrasi dan minat tinggi serta sering diulang-ulang yang dapat mengisi memeori jangka panjang. Dan itulah masalahnya mengapa kita mudah lupa akan hal-hal sederhana dalam keseharian kita, karena kita seringkali kurang konsentrasi dan cemas dalam banyak hal. Akibatnya banyak energi kita tersedot ke kecemasan dan beban pikiran tersebut.

Dementia
Kepikunan yang berupa penyakit yang sesungguhnya dalam dunia medis adalah dementia. Dementia ditandai kerusakan struktural otak yang nyata sehingga bermanifestasi pada sekumpulan gejala sehari-hari yang kompleks dalam hal pemikiran dan perilaku. Dementia merupakan sekumpulan gangguan kognitif yang meliputi kemampuan konsentrasi, intelektual ( berhitung), bersosialisasi (berbicara), memori, orientasi (seperti tahu sekarang hari apa, dimana, siapa dirinya), gangguan gnosia (pengenalan objek maupun wajah orang) serta gangguan apraxia (ketidakmampuan melakukan satu paket gerakan rutin seperti memakai kemeja). Gejala dementia jadi bukanlah semata pikun atau gangguan memori, tetapi lebih meliputi hal yang kompleks dalam berbagai segi kehidupan. Penderita dementia sering mengamuk tidak jelas, merasa banyak orang sedang menguntit atau menjelekkannya, tidak dapat kencing maupun buang air besar sendiri, sering telanjang, pemurung, atau yang lebih menyedihkan lagi, tidak mengenal siapapun bahkan istri dan anaknya sekalipun. Tentunya semua gejala ini muncul secara bertahap, dan mungkin saja diawali dengan mudah lupa atau kepikunan serta disorientasi ringan.

Yang unik gejala awal lupa atau kepikunan (amnesia) pada dementia maupun amnesia jenis organik lainnya adalah menimpa ingatan jangka pendek-sedang. Jadi pasien dementia tahap awal mungkin masih ingat akan hal-hal yang terjadi saat jaman perang dulu, maupun saat kecilnya, sehingga mereka seringkali jika masih dapat berfungsi bicara bercerita melulu tentang ja-dul (jaman dulu). Itu karena memang waktu-waktu tersebutlah yang masih menempel dalam pikiran mereka. Ini disebabkan karena ingatan jangka panjang itu adalah hasil filter yang kuat dari sistem memori kita sehingga akan tertanam dengan kuat pula pada gudang data utama yaitu di bagian hippocampus, sehingga memang menjadi hal yang paling sulit dihapus.

Dementia dapat disebabkan banyak hal, tidak kurang meliputi lebih dari dari 70 penyebab. Salah satu jenis yang sering dijumpai adalah dementia Alzheimer yang hingga saat ini belum ada satupun obat yang benar-benar dapat menyembuhkannya. Beberapa penyebab lainnya yang dapat menimbulkan komplikasi berupa dementia adalah pasca-stroke, pasca trauma pada kepala yang berat, Parkinson lanjut, pasien HIV-AIDS, penyakit sapi gila, dan juga mereka yang terlahir dengan sindrom genetik seperti sindrom Down akan lebih mudah terkena dementia. Alkoholisme berat juga bukan jarang terjadi terutama di negara Barat. Peminum alkohol berat umumnya mengalami defisiensi thiamine (vit B1) yang penting dalam fungsi saraf di dalam otak, jika hal ini berlanjut lama maka mereka akan mengalami sindrom Korsakof yang bergejala antara lain amnesia (lupa ingatan) permanen. Salah satu isu yang sedang merebak saat ini tentang penyebab dementia adalah keterkaitan dementia dengan menopause dan andropause. Hal ini, terutama yang terkait andropause sedang dalam penelitian lebih lanjut

Dementia umumnya terjadi pada mereka yan berusia >65 tahun yang disebut dementia senilis. Namun isu yang sedang hangat menghiasi media saat ini adalah dementia yang terjadi pada usia lebih muda di bawah 65 tahun, bahkan ada kasus terjadi pada usia 30an tahun! Tampak berbagai macam penyakit degeneratif seperti penyakit saraf dan jantung saat ini semakin sering terjadi pada usia lebih muda. Belum diketahui pasti faktor apa saja yang membuat dementia semakin gencar terjadi pada usia lebih muda. Di Inggris saja sudah dilaporkan ada 18000 pasien dementia yang berusia <65 tahun pada tahun 2005, angka yang sangat mengerikan untuk suatu negara yang jumlah penduduknya tidak terlalu banyak. Di Indonesia? Kita masih tidak tahu. Tapi seiring stroke yang sudah cukup sering saya jumpai pada beberapa pasien berusia 35an tahun, saya kira dementia pada usia muda yang primer maupun sekunder pasca stroke sudah cukup banyak berada.

Dementia yang terjadi pada usia lebih muda, walaupun memiliki gejala yang sama dengan dementia senilis, memiliki dampak yang lebih besar pada diri si pasien. Saat usia paruh baya, ia sedang berada dalam puncak karier, sedang hangat-hangatnya kehidupan berkeluarga, sedang menjadi tulang punggung keluarga maupun sedang dalam aktivitas fisik yang banyak. Ketika dementia masuk dalam hidup mereka, bisa dibayangkan betapa besar kehancuran yang mengancam jika mereka tanpa medapatkan dukungan yang memadai dari keluarga. Oleh karena itu dementia pada orang muda lebih sulit untuk diterima sehingga lebih sulit pula untuk dimanajemen terapi. Dementia pada usia muda membutuhkan perhatian tersendiri karena meliputi lingkup permasalahan dan pendekatan yang berbeda dari dementia senilis.

Depresi dan Kepikunan
Sebelum kepikunan pada usia muda dicurigai sebagai younger onset dementia, adalah lebih penting kita menyingkirkan permasalahan psikis yang bisa jadi melatarbelakangi ’kepikunan’ tersebut. Depresi dalam berbagai derajadnya saat ini banyak diderita masyarakat, terutama masyarakat perkotaan. Depresi sangat potensial mengganggu konsentrasi maupun minat seseorang sehingga potensial juga menimbulkan gejala mudah lupa atau ’pikun’. Dan hal satu ini jauh lebih banyak dijumpai ketimbang dementia.

Gejala utama dari depresi berupa 3M yaitu MINAT menurun (jadi malas melakukan apa yang tadinya dihobikan), MOOD yang menurun (bawaannya negative thinking dan pemurung terus) serta MOTORIK yang menurun (jadi mudah lelah, capai). Gejala tambahan lain dari depresi bisa berupa gangguan makan (bisa jadi tambah sering makan atau kurang makan), gangguan tidur (bisa insomnia atau malah tidur mulu), sering sakit kepala, gangguan fisik lain,dll. Jika Anda memiliki gejala-gejala semacam diatas dan Anda menjadi sering lupa maka kepikunan itu adalah buah dari depresi yang ada. Depresi memang salah satu gangguan yang harus dipikirkan sebagi bandingan dementia karena penderita depresi yang ebrat sekalipun dapat memiliki gejala mirip dementia seperti pikun, cuek akan suasana sekitar, mudah marah-marah, berpakaian dengan sekenanya saja dll. Dan saya kira banyaknya kepikunan atau mudah lupa pada masyarakat perkotaan yang aktif dan berusia relatif muda lebih banyak disebabkan oleh karena depresi ketimbang dementia atau penyakit lainnya. Cara menghilangkan mudah lupa semacam ini? Yaa depresinya harus ditangani dengan baik antara lain jangan malu untuk ke psikiater.

Source : goo.gl/HGgcn

Anda Seorang Yang Mudah Lupa?

by on November 12, 2012
Anda sering lupa untuk membawa dompet ketika berpergian? Atau lupa dimana terakhir meletakkan hp saat sedang di rumah sehingga perlu sa...
pria introvert, ner, nerrrrrrrr
Seandainya Sebastian loop bukan seorang pria introvert tentu Shinta tidak perlu terjebak dalam cinta segitiga dengan Jossep Burn. Diceritakan, Sebastian tiba-tiba meninggalkan Shinta tanpa penjelasan apa pun. Nampak sekali hati Sebastian galau, tapi Sebastian tidak bisa bercerita dan menjelaskan kegalauannya pada Shinta. Meskipun yakin sesungguhnya Sebastian masih mencintainya, tapi keragu-raguan akhirnya mengalahkan keyakinan Shinta, dia pun jatuh hati pada Jacob yang mengobati sakit hatinya. Padahal di belahan dunia yang entah di mana, Sebastian pun menderita karena cintanya pada Shinta.

Berikut ini adalah beberapa hal yang sering terjadi pada pria introvert, berikut tips menghadapinya:

Bersikap Sombong
Pada pesta ulang tahun Anda, si dia hanya sesekali tersenyum menanggapi kehebohan pesta yang ditujukan untuknya. Bahkan Anda mendapatinya tidak terlalu antusias dan tidak berusaha bercanda atau bercakap-cakap dengan orang lain. Di etika bersopan-santun memang dianggap sombong jika seseorang tidak menanggapi kehebohan di sekitarnya atau tidak berusaha membuka percakapan dengan orang lain. Namun bagi orang introvert ini adalah etika yang tidak adil.

Tidak Menghubungi
Anda diliputi kecemasan karena sudah dua hari ini si dia tidak menghubungi Anda sama sekali. Biasanya juga hanya sesekali dia menghubungi Anda duluan, sisanya Anda yang bertindak lebih dulu. Namun ketika bertemu dan melewatkan waktu bersama-sama, tidak ada masalah dengan hubungan Anda. Apakah dia memiliki wanita lain? Tidak. Bagi seorang introvert, saat-saat sendirian sama berartinya dengan saat-saat berbagi untuk seorang extrovert. Jadi biarkan saja. Jika ingin menghubunginya, lakukan saja tapi tidak perlu memaksa untuk segera membalas dan menuntut perlakuan yang sama darinya.

Menyimpan Masalah
Inilah yang sering dilakukan para wanita, marah ketika pasangan tidak memberitahu masalah yang terjadi dengannya. Sebenarnya tindakan ‘marah’ ini tidak berguna untuk Anda dan pasangan. Orang introvert tidak merasa nyaman untuk berbagi cerita dengan Anda, jika dipaksa pun tentu yang keluar bukan penuturan yang melegakan hatinya melainkan keterpaksaan dan kejengkelan. Mungkin jika Anda mendesaknya dia akan bercerita, tapi di waktu yang lain dia tetap tidak akan bercerita pada Anda.

Source : goo.gl/Bytjy

Tips Menghadapi Pria Introvert

by on November 11, 2012
Seandainya Sebastian loop bukan seorang pria introvert tentu Shinta tidak perlu terjebak dalam cinta segitiga dengan Jossep Burn. Dicerit...
Tulisan ini adalah terjemahan dari artikel di blog Owl City, tepatnya di (goo.gl/Kd1qj)

introvert, ner, nerrrrrrrr
Aku baru-baru ini tak sengaja menemukan sebuah blog yang ditulis oleh Carl King tentang fenomena yang dikenal sebagai manusia introvert dan blog itu membunyikan sebuah akord mayor di diriku. Setiap membaca satu poin, aku merasa ingin berdiri dan berteriak “YESSSSSSSSS!” sekeras-kerasnya dari paru-paruku karena poin-poin ini (yang dibuat oleh penulis Marti Laney, Psy.D) benar-benar tepat seperti sebuah home run. Sebagai seorang introvert yang ekstrim, blog ini seperti buah-buahan manis dari surga.

Aku cukup beruntung untuk menemukan sebuah buku berjudul The Introvert Advantage (How To Thrive in an Extrovert World), oleh Marti Laney, Psy.D. Rasanya seperti seseorang telah menulis sebuah entri ensiklopedi mengenai ras langka manusia yang aku termasuk di dalamnya. Buku itu tidak hanya menjelaskan banyak eksentrisitasku, ia juga membantuku untuk mendefinisikan kembali seluruh hidupku dalam konteks yang baru dan positif.

Tentu, siapa pun yang mengenalku akan mengatakan, “Duh! Mengapa begitu lama untuk menyadari Anda adalah seorang Introvert?” Hal ini tidak sesederhana itu. Masalahnya adalah melabeli seseorang sebagai Introvert adalah sebuah penilaian yang sangat dangkal dan penuh kesalahpahaman umum. Ini lebih kompleks dari sekedar menyadari aku adalah seorang introvert. (Karena Carl King berbicara begitu, pastilah ini benar)

Satu bagian dari buku Laney memetakan otak manusia dan menjelaskan bagaimana neuro-transmitter mengikuti jalan dominan yang berbeda dalam sistem saraf orang introvert dan ekstrovert. Jika ilmu di balik buku ini benar, ternyata introvert adalah orang yang terlalu sensitif terhadap Dopamine, sehingga terlalu banyak rangsangan eksternal melelahkan mereka. Sebaliknya, ekstrovert seolah selalu kekurangan Dopamine, dan mereka membutuhkan Adrenalin agar otak mereka menciptakan Dopamine. Ekstrovert juga memiliki jalur yang lebih pendek dan aliran darah yang lebih sedikit ke otak. Pesan-pesan dari sistem saraf seorang ekstrovert sebagian besar memotong area Broca pada lobus frontal, tempat dimana sebagian besar kontemplasi terjadi.

Sayangnya, menurut buku itu, jumlah orang yang introvert hanya sekitar 25% dari total manusia. Bahkan jumlah orang yang introvert ekstrem sepertiku lebih sedikit lagi. Hal ini menyebabkan banyak kesalahpahaman, karena masyarakat tidak memiliki pengalaman yang cukup dengan orang-orang sepertiku. (Aku senang bisa mengatakan ini.)

Jadi berikut ini adalah beberapa kesalahpahaman umum tentang orang introvert (Aku menyusun sendiri daftar ini, beberapa diantaranya adalah hal yang benar-benar kupercayai):

1. Introvert tidak suka bicara.
Ini tidak benar. Introvert hanyalah tidak berbicara kecuali mereka memang memiliki sesuatu untuk dikatakan. Mereka membenci basa-basi. Tapi, jika seorang introvert sedang berbicara tentang sesuatu yang mereka minati, mereka tidak akan berhenti bicara sampai berhari-hari.

2. Introvert pemalu.
Rasa malu tidak ada hubungannya dengan menjadi seorang Introvert. Introvert bukan berarti takut orang. Apa yang mereka butuhkan adalah sebuah alasan untuk berinteraksi. Mereka tidak berinteraksi demi interaksi sosial. Jika Anda ingin berbicara dengan Introvert, berbicara saja. Tidak perlu mengkhawatirkan kesopnan.

3. Introvert kasar.
Introvert sering tidak melihat alasan perlunya untuk berbasa-basi sosial. Mereka ingin semua orang menjadi riil dan jujur. Sayangnya, hal ini tidak diterima di kebanyakan situasi, sehingga introvert merasakan banyak tekanan untuk menyesuaikan diri, dan bagi mereka ini melelahkan.

4. Introvert tidak menyukai orang.
Sebaliknya, introvert sangat menghargai sedikit teman yang mereka miliki. Mereka bisa menghitung teman-teman dekat mereka dengan satu tangan. Jika Anda cukup beruntung untuk dianggap teman oleh seorang introvert, Anda mungkin telah memiliki sekutu setia seumur hidup. Sekali Anda telah mendapatkan rasa hormat mereka, keberadaan Anda sangat diterima.

5. Introvert tidak suka pergi ke tempat umum.
Omong kosong. Introvert hanya tidak ingin pergi keluar di depan umum UNTUK WAKTU YANG LAMA. Mereka juga ingin menghindari komplikasi yang terlibat dalam kegiatan publik. Mereka mengambil data dan situasi dengan sangat cepat, dan sebagai hasilnya, mereka tidak perlu berada di sana untuk waktu yang lama untuk mehamami kegiatan publik yang tengah berlangsung. Lalu mereka siap untuk pulang, mengisi ulang energi, dan memproses semua pengalamannya tadi. Faktanya, isi ulang energi adalah mutlak penting untuk introvert.

6. Introvert selalu ingin sendirian.
Introvert sangat nyaman dengan pikiran mereka sendiri. Mereka banyak berpikir. Mereka melamun. Mereka senang memiliki masalah untuk dikerjakan dan teka-teki untuk dipecahkan. Tapi mereka juga bisa merasa luar biasa kesepian jika mereka tidak memiliki siapapun untuk berbagi pencapaian mereka. Mereka menginginkan hubungan yang otentik dan tulus dengan SATU ORANG pada satu waktu.

7. Introvert aneh.
Introvert sering individualis. Mereka tidak mengikuti orang banyak. Mereka akan lebih suka dihargai karena cara-cara unik hidup mereka. Mereka berpikir berdasarkan standar diri mereka sendiri dan karena itu, mereka sering menantang kebiasaan. Mereka tidak membuat keputusan berdasarkan pada apa yang sedang populer atau trendi.

8. Introvert culun terasing.
Introvert adalah orang-orang yang lebih sering melihat ke dalam, memberi perhatian lebih pada pikiran dan emosinya. Ini bukan berarti bahwa mereka tidak mampu memberi perhatian pada apa yang terjadi di sekitar mereka, hanya saja dunia batin mereka terasa jauh lebih merangsang dan bermanfaat bagi mereka.

9. Introvert tidak tahu bagaimana bersantai dan bersenang-senang.
Introvert biasanya merasa rileks di rumah atau di alam, bukan di tempat umum yang penuh kesibukan. Introvert bukan pencari sensasi dan pecandu adrenalin. Jika ada terlalu banyak pembicaraan dan kebisingan terjadi, mereka melemah. Otak mereka terlalu sensitif terhadap neurotransmitter yang disebut Dopamine. Introvert dan ekstrovert memiliki perbedaan jalur syaraf yang dominan. Cari saja sendiri tentang perbedaan jalur syaraf ini.

10. Introvert bisa memperbaiki diri dan menjadi ekstrovert.
Sebuah dunia tanpa introvert akan menjadi dunia dengan sedikit ilmuwan, musisi, seniman, penyair, pembuat film, dokter, matematikawan, penulis, dan filsuf. Meski demikian, masih ada banyak teknik yang dapat dipelajari orang ekstrovert untuk berinteraksi dengan introvert. (Ya, aku sengaja membalik posisi introvert dan extrovert untuk menunjukkan kepada Anda betapa biasnya masyarakat kita.) Introvert tidak bisa “memperbaiki diri” dan pantas dihormati untuk temperamen alami mereka dan juga kontribusinya bagi umat manusia. Bahkan, satu penelitian (Silverman, 1986) menunjukkan bahwa peningkatan persentase introvert di antara manusia berbanding lurus dengan IQ (rata-rata manusia).

Penyangkalan seorang introvert atas diri mereka sendiri dalam rangka untuk bergaul di dunia yang didominasi extrovert dapat menjadi sangat destruktif. Seperti minoritas lainnya, introvert dapat berakhir membenci diri mereka sendiri dan orang lain karena perbedaan mereka dengan kaum mayoritas. Jika Anda pikir Anda adalah seorang Introvert, aku sarankan Anda meneliti topik ini dan mencari introvert lainnya untuk membandingkan catatan. Beban tidak sepenuhnya berada pada kita para introvert untuk mencoba dan menjadi “normal”. Ekstrovert pun harus mengakui dan menghormati kita, dan kita pun perlu menghargai diri kita sendiri.

Source : goo.gl/YxKm5
introvert, sulit mengungkapkan perasaan, ner, nerrrrrrrr

Ada sosok penyendiri di antara orang-orang yang sedang bergumul. Ada sosok pendiam di antara sekelompok orang yang sedang berinteraksi. Ada sosok yang terlihat serius di tengah keadaan yang tenang. Ada juga sosok yang terlihat acuh di tengah suasana yang tegang. Sosok ini berbeda,tak seperti kebanyakan orang. Namun ia bukanlah pemalu ataupun seorang yang berpenyakit , tetapi ia justru sedang memerhatikan. Ia senang menganalisa keadaan. Ia seorang Introvert.
Introvert adalah sebuah sifat dan karakter yang cenderung menyendiri. Mereka adalah pribadi yang tertutup dan mengesampingkan kehidupan sosial yang terlalu acak. Antonim dari sifat Introvert adalah Ekstrovert. Sifat Ekstrovert lebih membutuhkan sosial, cahaya, kebisingan, ruang lingkup yang luas dan sebagainya. Sedangkan Introvert lebih membutuhkan sebuah teh hangat dan berkumpul bersama beberapa teman dekat saja daripada pergi ke tempat yang penuh dengan orang asing. Introvert membenci basa-basi, oleh sebab itu mereka senang dengan perbincangan yang padat dan bersifat informatif.

Dari pernyataan di atas kita dapat mengambil kesimpulan kecil, bahwa Introvert adalah pribadi yang “dalam”. Istilah Introvert ini dipopulerkan oleh seorang tokoh Ilmu Psikologi yang bernama Carl Jung. Ia mengelompokan Introvert sebagai kaum minoritas. Walau kaum minor tetapi peranan mereka dalam kehidupan sosial sangat menonjol. Mungkin karena gestur dan sikap mereka yang sangat kontras berbeda dengan kelompok dominan yaitu Ekstrovert. Namun, seorang Introvert tak sepenuhnya senang menyendiri, hanya saja mereka lebih memilih untuk memiliki segelintir teman dekat namun padat seperti buku. Maksudnya adalah, teman yang memiliki cerminan pengetahuan dan pengalaman yang ada di hidup ini. Seorang Introvert pun tidak pernah menceritakan tentang hal yang bersifat pribadi kepada sembarang orang. Oleh karena itu, jika ada seorang Introvert yang dengan sukarela mengeluhkan masalahnya kepadamu, maka kau adalah orang yang sangat beruntung. Karena mereka telah mengategorikan dirimu sebagai seorang teman yang hebat.

Jadi, apa kelebihan yang dimiliki oleh seorang Introvert?

Seorang Introvert lebih fokus kepada hal yang bersifat psikis daripada fisik. Mereka senang menjelajahi ruang pikirnya, mereka membaca buku, menonton tayangan yang dapat mengasah otak, karena mereka haus dengan segala hal yang berbau informasi. Majalah American Journal of Psychiatry menyatakan bahwa, ada lebih banyak darah yang mengalir di daerah Anterior pada otak bagian depan seorang Introvert. Bagian ini berfungsi sebagai pengolah inti, seperti merencakan sesuatu dan pemecahan masalah. Itulah sebabnya mengapa mereka memiliki kekuatan konsentrasi yang baik, mereka cepat menangkap dan berintelegensi tinggi. Introvert adalah pemikir yang dalam. Mereka mampu melihat suatu hal dari segi manapun, berbeda dengan seorang Ekstrovert yang cenderung berpikir secara momentum saja. Selain itu mereka pandai dalam memilah sesuatu, baik itu hal kecil maupun besar, hal yang berguna maupun tidak.

Jika memang pemikiran Introvert sebaik itu, bagaimana dalam hal berbicara? Apakah mereka dapat menyampaikan pesan secara detil seperti yang ada di pikirannya?

Dalam sebuah survey di kolom web LiveScience.com, reporter Rachael Rettner menulis bahwa, apabila ada dua orang Ekstrovert dan Introvert yang dihadapkan dengan sebuah pertanyaan, maka Ekstrovert akan menjawab secara Hiperbola, sedangkan Introvert menjawab dengan Akurat. Apabila mereka melihat seekor ulat di atas makanannya, maka seorang Ekstrovert akan bereaksi melebih-lebihkan daripada seorang Introvert. Apabila dua orang Ekstrovert dan Introvert dihidangkan sebuah makan siang dalam waktu yang bersamaan, maka seorang Ekstrovert akan berkata, “Makanan ini enak sekali! Belum pernah saya merasakan yang seenak ini” lalu seorang Introvert akan menjawab, “Iya, enak.” Dari segi pemahaman dan informasi pendapat mereka berdua jelas berbeda. Itulah sebabnya mengapa kepribadian Ekstrovert dianggap sebagai perusak survey atau membuat sebuah survey menjadi tidak akurat. Karena Ekstrovert memberikan informasi secara berlebihan, sehingga pencatat survey lebih mempercayakan seorang Introvert dalam hal pendataan, ucap Donna McMillan seorang peneliti sekaligus ahli psikologi di St. Olaf College.

Bahkan di dalam dunia kerja, seorang Introvert dapat bersikap tenang menghadapi segala tekanan dan permasalahan. Mungkin karena kebiasaan mereka yang menyendiri sehingga emosi mereka terlatih untuk tetap stabil. Selalu berpikir sebelum berbicara adalah suatu naluri lahiriah bagi mereka. Introvert akan berhati-hati saat menjelaskan pendapatnya, karena mereka tak suka dengan pertikaian yang tak ada hasil. Oleh sebab itu mereka cenderung menjadi pendengar yang baik. Namun, di balik itu semua, seorang Introvert yang sedang mendengar sangat pandai dalam menggabungkan fakta-fakta dan prinsip serta pemikiran orang lain, kemudian dijadikannya sebuah klausa sebab-akibat yang baik, lalu dikemas rapih dan terbentuklah sebuah tesis, sebuah jawaban yang dapat menjadi pemecah masalah bagi sebuah perdebatan yang terjadi. Bagi Introvert diam bukan berarti tak mengerti atau tak peduli, tetapi mereka menganalisa. Kedetilan mereka akan segala hal membuat Introvert menjadi pekerja yang baik.

Di dunia seni, Introvert adalah penguasa. Ahli psikologi sekelas Mihaly Csikszentmihalyi dan Gregory Feist mengatakan bahwa, orang-orang Introvert adalah orang dengan kreatifitas berkelas nomor satu. Faktor ini terjadi karena mereka dapat menyelam penuh ke dalam pemikirannya. Membaur bersama intuisi dan ketenangan yang bersinergi dengan sunyi. Itulah syaratnya agar dapat menciptakan sebuah Adikarya. Biasanya seorang Introvert gemar menulis. Karena dalam menulis mereka dapat lebih terbuka dalam mempresentasikan pikiran ataupun membagikan pengalamannya kepada orang lain.

Ada sebuah fakta menarik dalam sebuah artikel di psychologytoday.com, yang menuliskan bahwa, orang yang Ekstrovert lebih mencari kebahagiaan dan kehidupan yang positif. Tetapi, bukan berarti Introvert mempunyai sifat yang berkebalikan, seorang Introvert tidak pernah mengategorikan dirinya sebagai sesuatu yang positif ataupun negatif, ia lebih cenderung menuju netral dalam kehidupannya. Seimbang, seperti Yin dan Yang. Mereka sosok yang bersahaja. Sebagai contoh, Mahatma Gandhi , dia adalah Introvert, Ghandi bersikeras memperjuangkan perdamaian demi kebersamaan. Ia menetralkan semua bentuk perbedaan.

Selain Mahatma Ghandi, ada pula tokoh dunia yang lainnya, yaitu Albert Einstein, Bill Gates, Michael Jordan, Julia Roberts, Nicole Kidman, dan J.K Rowling. Mereka mampu membuktikan bahwa, dunia pun membutuhkan mereka. Jika kau senang dengan kartun dan tokoh pahlawannya, maka hampir dari semua pahlawan itu bersifat Introvert. Saat tak dibutuhkan mereka menjadi orang biasa, namun saat keadaan genting mereka berubah menjadi sosok yang luar biasa.

Dan ini adalah sepenggal kutipan dari Nicole Kidman, ia pernah berkata, “…… Sementara introvert adalah kelompok minoritas dalam masyarakat, mereka membentuk sebuah mayoritas bagi orang-orang yang berbakat.”

Introvert memang pendiam namun memiliki sosok yang luar biasa di dalam tubuhnya.

Source : goo.gl/x7KBc
introvert, ner, nerrrrrrrr, pribadi introvert
Apakah teman atau kaluarga anda seorang introvert? 
Atau Anda sendiri seorang introvert? 
Tetaplah positif dan tidak perlu cemas terlebih merendahkan diri.

Tidak seperti mitos yang banyak dibicarakan, seorang introvert bukanlah orang yang anti sosial atau seorang tanpa skill bersosialisasi. Orang introvert mempunyai kebutuhan dan cara bersosial berbeda dari yang lain.

Persahabatan
Tidak mudah bagi seorang introvert untuk mengawali sebuah pertemanan karena hal itu akan menguras energinya. Nyatanya, seorang introvert tidak membutuhkan lingkar pertemanan yang luas. Mereka lebih menyukai satu atau dua sahabat dekat, meskipun mereka mampu mengenal banyak orang. Dengan pilihan hidup seperti ini, seorang introvert sering terlihat dan bahkan dikritik kuper, sombong, jaim, jual mahal, menjalani ilmu hitam, bahkan dituduh teroris.

Cara Bersosial
Seorang introvert membutuhkan banyak ruang pribadi. Mereka lebih suka menyendiri dalam kamar dengan pintu tertutup. Bagi orang yang tidak memahami, hal ini sering diterjemahkan sebagai tanda depresi. Kebiasaan ini adalah sesuatu yang wajar bagi seorang introvert. Bagi mereka, berada di sekeliling orang adalah hal yang menguras energi, mereka membutuhkan waktu di ruang pribadi untuk mengisi energi yang telah terbuang. Menyendiri juga memberikannya kesempatan untuk berfikir secara jernih. Seorang introvert juga tidak mampu menikmati undangan acara pernikahan, mereka akan menghabiskan waktunya dengan satu atau dua orang untuk membicarakan topik yang mereka benar-benar kuasai. Seorang anak yang introvert lebih memilih bermain dengan satu atau dua anak lain.

Aktifitas Kesukaan
Seorang introvert menikmati aktifitas dalam kesendirian atau dengan sedikit orang. Seorang yang introvert biasanya mempunyai hobi membaca buku-buku dan aktifitas yang mengekspresikan kreatifitas misalkan menulis kreatif, musik dan seni. Seorang anak kecil yang introvert juga menyukai permainan imajinatif tanpa keramaian disekitarnya. Ketika mereka diajak bergabung dalam permainan berkelompok, anak kecil yang introvert akan mundur dan melihat dulu sebelum bergabung. Ini bukan tanda pemalu, mereka mencoba beradaptasi dengan suasana sebelum bergabung.

Sikap Sosial
Seorang introvert tidak suka menjadi pusat perhatian, meskipun itu perhatian yang positif. Tidak mengherankan jika seorang introvert lebih memilih untuk tidak meluap-luapkan keberhasilan dan potensinya. Ketika seorang introvert kelelahan berada dalam diskusi kelompok, mereka menunjukkannya melalui gerakan tubuh dan ekspresi wajah. Seorang introvert akan menjadi lebih aktif berbicara di tempat yang nyaman baginya, misalkan di rumah dan tempat tanpa kegaduhan.

Interaksi Sosial
Sorang introvert mempunyai skill interaksi sosial yang berbeda dengan seorang ekstrovert. Ini bukan berarti seorang introvert adalah anti sosial dan kuper. Seorang introvert adalah pendengar yang baik dan jarang melakukan interupsi, mereka lebih suka mendengarkan daripada berbicara. Seorang introvert cenderung berkomunikasi tanpa menatap lawan bicara. Mereka tidak menyukai bualan-bualan dan pembicaraan kecil. Meskipun seorang introvert tampak diam, mereka menjadi aktif jika tertarik dengan topik pembicaraan dan menguasai topik tersebut. Mereka tidak suka diinterupsi saat berbicara ataupun saat mengerjakan tugas-tugasnya.

Ekspresi Verbal
Seorang introvert lebih memilih mengekspresikan idenya dengan menulis daripada membicarakannya. Ketika berpidato, mereka butuh waktu sebelum menjawab pertanyaan yang muncul. Berfikir sebelum berbicara menjadikan seorang introvert terlihat lambat untuk merespon komentar dan pertanyaan. Mereka kadang terlihat gagap saat berbicara karena kesulitan mencari kata yang tepat.

Respon Emosi
Seorang introvert mudah kehabisan emosi setelah berkumpul dalam kelompok, terlebih orang asing. Mereka tidak menyukai tempat ramai dan seorang anak yang introvert akan terganggu dengan situasi yang sama. Seorang introvert tidak suka berbagi tempat pribadinya dengan orang lain. Seorang introvert akan kesulitan mencurahkan perasaannya. Mereka juga akan sangat malu dengan kesalahan kecilnya di tempat umum.

* * *

Apa positifnya terlahir sebagai introvert?
Seorang Introvert lebih fokus kepada hal yang bersifat psikis daripada fisik, senang menjelajahi ruang pikiran, menonton tayangan yang dapat mengasah otak. Seorang introvert mampu berkonsentrasi dalam waktu panjang pada buku yang dibaca, pekerjaan ataupun proyek yang diminati. Di dalam dunia kerja seorang introvert dapat bersikap tenang menghadapi segala tekanan dan permasalahan. Seorang introvert mampu menyelam penuh ke dalam pemikirannya. Membaur bersama intuisi dan ketenangan yang bersinergi dengan sunyi.

Apa perbedaan seorang yang introvert dan pemalu?
Pemalu dan introvert adalah dua hal yang berbeda meski terlihat hampir sama. Seorang introvert menikmati waktu dalam kesendirian dan merasa lelah setelah berkumpul banyak orang. Sedangkan seorang pemalu tidak selalu ingin sendiri tapi merasa takut ketika harus berinteraksi dengan orang lain. Sebagai contoh, di dalam kelas yang gaduh, seorang anak yang pemalu akan tetap di bangkunya karena malu dan takut untuk bergabung dengan yang lain. Sedangkan seorang anak yang introvert lebih suka membaca buku di bangkunya karena bergabung dengan kegaduhan hanya akan membuang energinya sia-sia.

Mengapa Bisa Demikian?
Menurut majalah American Journal of Psychiatry, ada lebih banyak darah yang mengalir di daerah Anterior pada otak bagian depan pada seorang introvert. Bagian ini berfungsi sebagai pengolah inti, seperti merencanakan sesuatu dan pemecahan masalah. Hal ini yang menyebabkan mereka memiliki kekuatan konsentrasi yang baik, mereka cepat menangkap dan berintelegensi tinggi. Introvert adalah pemikir yang dalam. Mereka mampu melihat suatu hal dari segi manapun, berbeda dengan seorang ekstrovert yang cenderung berfikir secara momentum.

Tips dan Kesimpulan
Bila Anda adalah seorang introvert dan merasa puas dengan jumlah persahabatan yang sudah ada, abaikan teman yang men-judge Anda secara negatif. Namun, Anda juga berhak untuk lebih terbuka pada pengalaman baru, Anda dapat bertemu dengan teman-teman hebat yang mempunyai banyak kesamaan dengan Anda. Anda tidak sendirian, ada Mahatma Ghandi, Albert Einstein, Bill Gates, Micahel Jordan, J.K Rowling, dll. Hampir semua tokoh superhero juga adalah seorang introvert. Saat tidak dibutuhkan mereka menjadi orang biasa, namun saat keadaan genting mereka menjadi sosok yang luar biasa. Manfaatkan keintrovertan Anda untuk mempelajari hal-hal yang membantu Anda meraih karir impian.

Bila teman Anda seorang introvert, hargailah dan pandanglah dia secara positif. Sebuah pertemanan tidak mengenal perbedaan, menjadi diri sendiri adalah lebih baik dengan tanpa mengganggu terlebih merendahkan eksistensi kehidupan orang lain.

Source : goo.gl/pY32f

Mengenal Pribadi Introvert

by on November 11, 2012
Apakah teman atau kaluarga anda seorang introvert?  Atau Anda sendiri seorang introvert?  Tetaplah positif dan tidak perlu cemas terl...