Keputusan untuk mengurangi beberapa aktifitas di luar rumah seperti ngeband, berorganisasi, kagiatan sosial & budaya Indonesia yang mulai terkikis ini, beberapa bulan di penghujung tahun 2014 Nerr kembali bergaul dengan masyarakat di sekitar lingkungan "Jagabaya Electone Town". Di lingkungan ini, ada beberapa nama nama yang nampak menarik jika diangkat cerita & karakter nya.

Pada kesempatan siang hari yang malamnya belum sempat meniduri diri ini Nerr mau menceritakan kisah seorang nenek & cucu lelakinya yang masih remaja tanggung nan penuh tanggungan. Sebut saja Nenek Roh, yang telah mengurus cucunya yang diberi nama lengkap M. Junius alias Iyus alias Junet itu sedari usianya sekitar 8 bulan. Jika ada pepatah mengatakan bahwa "Nama adalah Doa", tentu Kita juga seharusnya memahami bahwa doa itu tak selalu dijabah, atau mungkin ditunda. Iya toh??

"Semoga saja doa orang tua yang diberikan pada nama sang cucu yang biasa disapa Iyus ini ditunda oleh Sang Pencipta", dalam hati Nerr berdoa. Pasalnya, diusia yang memasuki (sekitar) 1/5 abad ini Iyus sudah cukup banyak menorehkan rekam jejak yang membuat keluarga, orang tua, orang sekitar rumah hingga orang-orang yang lagi kenceng itu jadi geleng-geleng kepala, tanpa terkecuali Nenek Roh.

Jika orang-orang yang disebut lagi kenceng tadi menggeleng-gelengkan kepalanya karena menikmati dentuman musik fangkot yang dimainkan Iyus di sebuah Bar pinggir kota milik sepupunya, lain hal dengan orang-orang sekitar lainnya yang mau-tak-mau atau sadar-tak-sadar menjadi saksi berbagai aksi & reaksi dari sang remaja tanggung yang ternyata sosoknya sudah bertengger tepat di tengah pintu kamar ini. Nerr pun tersenyum & Mas kehilangan fokus..

*sepertinya bersambung*

Driver Axioo Neon-MLC

by on December 20, 2014
Driver Axioo Neon-MLC  Operating System Windows  XP Driver NEON MLC Video Win XP (17.6M)   Driver NEON MLC TouchPad Win XP (5.5M)   Dri...
Mengapa banyak di antara kita tidak merasa bahagia?

Penyebabnya, kita lebih banyak tahu tentang : apa yang harus kita lakukan untuk menjadi orang yang bahagia
daripada tahu tentang : mengapa kita tidak bahagia.
Perasaan tidak bahagia sebenarnya adalah penyakit. Hal itu adalah bentuk dari upaya meracuni diri sendiri. mari kita rawat penyakit itu dengan cara yang terjangkau . Kita cermati gejala penyakit tersebut dan kita hancurkan gejala itu.
Dibawah ini terdaftar hal-hal yang biasanya merupakan gejala yang meracuni kebahagiaan kita beserta antibodi yang dapat menghancurkan gejala penyakit ketidakbahagiaan kita.

1. Menghindar
Gejalanya, laridari kenyataan, mengabaikan tanggung jawab, padahal dengan melarikan diri dari kenyataan kita hanya akan mendapatkan kebahagiaan semu yang berlangsung sesaat.
Antibodinya : Realitas
Cara : Berhentilah menipu diri. Jangan terlalu serius dalam menghadapi masalah karena rumah sakit jiwa sudah dipenuhi pasien yang selalu mengikuti kesedihannya dan merasa lingkungannya menjadi sumber frustasi. Jadi, selesaikan setiap masalah yang dihadapi secara tuntas dan yakinilah bahwa segala sesuatu yang terbaik selalu harus diupayakan dengan keras.

2. Ketakutan
Gejalanya, tidak yakin diri, tegang, cemas yang antara lain bisa disebabkan kesulitan keuangan, konflik perkawinan, kesulitan seksual.
Antibodinya : Keberanian
Cara : Hindari menjadi sosok yang bergantung pada kecemasan. Ingatlah 99 persen hal yang kita cemaskan tidak pernah terjadi. Keberanian adalah pertahanan diri paling ampuh. Gunakan analisis intelektual dan carilah solusi masalah melalui sikap mental yang benar. Kebenarian merupakan merupakan proses reedukasi. Jadi, jangan segan mencari bantuan dari ahlinya, seperti psikiater atau psikolog.

3. Egoistis
Nyiyir, materialistis, agresif, lebih suka meminta daripada memberi.
Antibodinya : Bersikap sosial.
Cara : Jangan mengeksploitasi teman. Kebahagiaan akn diperoleh apabila kita dapat menolong orang lain. Perlu diketahui orang yang tidak mengharapkan apapun dari orang lain adalah orang yang tidak pernah merasa dikecewakan.

4. Stagnasi
Gejalanya berhenti satu fase, membuat diri kita merasa jenuh, bosan, dan tidak bahagia.
Antibodinya : Ambisi
Cara : Teruslah bertumbuh, artinya kita terus berambisi di masa depan kita. kita kan menemukan kebahagiaan dalam gairah saat meraih ambisi kita tersebut.

5. Rasa rendah diri
Gejala : Kehilangan keyakinan diri dan kepercayaan diri serta merasa tidak memiliki kemampuan bersaing.
Antibodinya : Keyakinan diri.
Cara : Seseorang tidak akan menang bila sebelum berperang yakin dirinya aka kalah. Bila kita yakin akan kemampuan kita, sebenarnya kita sudah mendapatkan separuh dari target yang ingin kita raih. Jadi, sukses berawal pada saat kita yakin bahwa kita mampu mencapainya.

6. Narsistik
Gejala : Kompleks superioritas, terlampau sombong, kebanggaan diri palsu.
Antibodinya : Rendah hati.
Cara : Orang yang sombong akan dengan mudah kehilangan teman, karena tanpa kehadiran teman, kita tidak akan bahagia. Hindari sikap sok tahu. Dengan rendah hati, kita akan dengan sendirinya mau mendengar orang lain sehingga peluang 50 persen sukses sudah kita raih.

7. Mengasihani diri
Gejala : Kebiasaan menarik perhatian, suasana yang dominan, murung, menghunjam diri, merasa menjadi orang termalang di dunia.
Antibodinya : Sublimasi
Cara : Jangan membuat diri menjadi neurotik, terpaku pada diri sendiri. Lupakan masalah diri dan hindari untuk berperilaku sentimentil dan terobsesi terhadap ketergantungan kepada orang lain.

8. Sikap bermalas-malasan
Gejala : Apatis, jenuh berlanjut, melamun, dan menghabiskan waktu dengan cara tidak produktif, merasa kesepian.
Antibodinya : Kerja
Cara : Buatlah diri kita untuk selalu mengikuti jadwal kerja yang sudah kita rencanakan sebelumnya dengan cara aktif bekerja. Hindari kecenderungan untuk membuat keberadaaan kita menjadi tidak berarti dan mengeluh tanpa henti.

9. Sikap tidak toleran
Gejala : Pikiran picik, kebencian rasial yang picik, angkuh, antagonisme terhadap agama tertentu, prasangka religius.
Antibodinya : Kontrol diri
Cara : Tenangkan emosi kita melalui seni mengontrol diri. Amati mereka secara intelektual. Tingkatkan kadar toleransi kita. Ingat bahwa dunia diciptakan dan tercipta dari keberagaman kultur dan agama.

10. Kebencian
Gejala : Keinginan balas dendam, kejam, bengis.
Antibodinya : Cinta kasih
Cara : Hilangkan rasa benci. Belajar memaafkan dan melupakan. Kebencian merupakan salah satu emosi negatif yang menjadi dasar dari rasa ketidakbahagiaan. Orang yang memiliki rasa benci biasanya juga membenci dirinya sendiri karena membenci orang lain. Satu-satunya yang dapat melenyapkan rasa benci adalah cinta. Cinta kasih merupakan kekuatan hakiki yang dapat dimiliki setiap orang.

Simpanlah paket tiket untuk perasaan tidak bahagia dan mengaculah pada paket tiket ini saat kita sedang mengalami rasa depresi dan tidak bahagia. Gunakan sebagai sarana pertolongan pertama dalam kondisi mental gawat darurat demi terhindar dari ketidakbahagiaan berlanjut pada masa mendatang. ***
Jumat dini hari..
Pendengaran kurasa lebih tajam berbanding indera lainnya,
Nyanyian hewan malam semakin bergeming disekitar, gemuruh sesekali menderu dari jalur lintas yang hanya berjarak ribuan cm dari titik ini..

Jumat dini hari..
Mencoba pertajam penglihatan,
Hanya 2 lampu penerang jalan & selebihnya gelap tak bertuan, tanpa gerakan..

Jumat dini hari..
Dihadapkan pada segaris jalan yang diujungnya habis terhempas sisa gelap malam,
Menghadap ke kiri & seolah ditertawai oleh rerumput & pepohonan yang tak mungkin terhitung jumlahnya,
Sebelah kanan adalah harapan, sebuah gerbang yang sepertinya tak akan dibuka hingga kumpulan bait ini diakhiri..

Satu hal yang pasti..
Beberapa mata kurasa tertuju pada titik ini, hingga detik ini..
Satu mata bercitra merah kuyakini terus merekam & menyimpannya ke dalam memori..

Rogohlah memori itu ketika kau sudah berada di baris ini..

Selamat pagi.

Jumat Dini Hari

by on August 08, 2014
Jumat dini hari.. Pendengaran kurasa lebih tajam berbanding indera lainnya, Nyanyian hewan malam semakin bergeming disekitar, gemuruh sese...

Santai ..

Coba pahami sebersit makna yang terkandung dari kata di atas. Dengan begitu, bisa jadi kamu akan mengerti mengapa tertulis judul seperti itu.
Kuulang sekali lagi,

Santai ..

Okelah.. Semoga kamu juga bisa coba mengikuti ritmenya, atau mungkin akan beranjak pergi dengan sendirinya. Ya, tak mengapa.

Biarlah, Aku Tak Mengapa

by on July 21, 2014
Santai .. Coba pahami sebersit makna yang terkandung dari kata di atas. Dengan begitu, bisa jadi kamu akan mengerti mengapa tertulis judul ...
Oke, tulisan kali ini Nerr mau bahas tentang buka bersama Ikatan Keluarga Alumni Smanla 09 di tahun 2014 ini. Khusus acara ditahun ini, wacana sudah mulai dibangun sebelum ramadhan tiba. Bermodal group chat di bbm hingga pertemuan pertama, kedua & selanjutnya membuahkan hasil yaitu acara yang bertajuk CARE & SHARE bertempat di Resto Kembang Pandan. Beberapa temen yang bisa bantu meluangkan waktunya untuk acara tsb bisa lihat foto di bawah ini. Belum semuanya sih, tapi lumayan deh buat kenang-kenangan kita semua.


Foto diatas diambil pada pertemuan kedua, tau kan tempatnya di mana? iya bener, di Summit Bistro. Pada pertemuan pertama membuathkan hasil list tempat yang mau digunakan, karena tempat tsb masuk  dalam list tempat yang diinginkan, jadi kala itu kita sekaligus cek tempat deh. Setelah pertemuan ini , berbagai hal sama-sama kita timbang & hingga akhirnya membuahkan hasil sebagaimana acara kemarin terlaksana.


Alhamdulillah temen-temen yang bisa berkumpul di tahun ini lebih banyak dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Satu hal yang tetap jadi kebanggaan yaitu kelas Slytherin (S3) masih tetep jadi kelas paling rame sob. Bravooo Bu Susii *loh

Akhir kata, atas nama pribadi berucap syukur & terima kasih untuk semua teman yang sudah menyempatkan diri untuk menghadiri acara ini untuk kembali merajut tali silaturahmi diantara kita agar makin kokoh, amiin.