Anda pasti tidak asing lagi bila mendengar kata CINTA, bahkan bisa dibilang anda semua pasti bosan bila mendengar kata ini. Karena setiap saat orang-orang disekeliling kita pasti selalu menyebut kata ini, baik itu secara langsung maupun dari alat-alat elektronik. Apa artinya hanya tahu saja tanpa memahami makna yang sebenarnya dari kata tersebut, bahkan tidak mengetahui apa akibat yang akan kita alami bila kata tersebut tersirat di dalam kehidupan sehari-hari kita.

Bagi orang awam mempelajari hal politik itu sangat membosankan, tapi bagi orang-orang yang bergelut didunia politik hal itu adalah sesuatu yang sangatlah penting untuk dipahami. Begitupun orang-orang yang tidak memahami makna CINTA yang sesungguhnya pasti akan mengatakan bahwa CINTA itu adalah hal yang biasa saja bahkan bisa di kategorikan hal yang malas untuk dibahas. Namun itu tidak berpengaruh bagi sang pujangga CINTA atau orang-orang yang tergolong menganggap CINTA itu adalah hal yang indah dan sangat asik untuk di pahami dan di telusuri.

Apapun yang ada di dunia ini pasti memiliki perbandingan diantara satu dengan yang lainnya, begitupun dengan CINTA yang memiliki 2 perbandingan, antara HITAM dan PUTIH.

HITAM dalam CINTA (Black In Love). CINTA itu pahit rasanya, CINTA itu membuat hati sakit, CINTA itu membuat hati ini perih, dll. Pasti anda sering sekali mendengar kalimat ini, baik itu dari keluarga, teman, sahabat, guru dan tetangga anda. Apalagi kalimat yang sedang trend pada masa sekarang yaitu ‘CINTA itu membuat hati menjadi GALAU’. Itulah HITAM dalam CINTA yang mana rasanya sangatlah tidak enak sekali, karena apabila HITAM dalam CINTA itu telah terkena pada diri kita, pasti kita merasakan hal yang sangat berbeda, seakan-akan didalam hidup ini memiliki banyak sekali permasalahan, padahal sebenarnya masalah yang sedang kita hadapi itu hanyalah permasalahan tentang CINTA saja. HITAM dalam CINTA ini-lah yang membuat orang-orang tidak ingin mengetahui makna CINTA yang sebenarnya, padahal apabila kita mampu menghadapi permasalahan CINTA yang sedang kita alami, pasti anda akan merasakan aroma baru dalam kehidupan anda, seperti halnya seseorang yang tidak pernah sama sekali merokok, apabila anda telah mengisap sebatang rokok, pasti anda akan kecanduan untuk mengisap rokok tersebut.

PUTIH dalam CINTA (White In Love). Dari kata PUTIH saja kita pasti sudah merespon bahwasannya hal yang berbau PUTIH itu pasti suci, bersih, bening, dll. Seperti halnya PUTIH di dalam cinta, dimana kita pasti merasakan sesuatu yang membuat kita yang awalnya tidak mengetahui apa itu CINTA menjadi tahu apa itu CINTA yang sebenarnya. Biasanya orang-orang yang mengalami PUTIH dalam CINTA pasti merasakan kelembutan di dalam hidupnya dan mereka juga pasti mengatakan hal yang positif tentang CINTA itu sendiri, seperti CINTA itu asik, CINTA itu indah, CINTA itu suci, dll.

Apabila kita telusuri dengan seksama, CINTA itu bagaikan sebuah durian, kulit dari buah durian itu pasti tajam, untuk membukanya saja kita sangatlah hati-hati. Akan tetapi setelah buah durian tersebut terbuka dan pada saat kita memakan isi dari buah durian tersebut, maka buah durian tersebut akan membuat kita ketagihan untuk memakannya. Begitupun CINTA, mempelajari dan merasakan CINTA itu awalnya memang sangatlah tajam, akan tetapi apabila kita hati-hati dan teliti dana merasakannya, maka kita akan tahu rasa manis dan sedap di dalam CINTA tersebut. SUMBER

Hitam Putih Cinta

by on June 26, 2012
Anda pasti tidak asing lagi bila mendengar kata CINTA, bahkan bisa dibilang anda semua pasti bosan bila mendengar kata ini. Karena setiap ...

This picture shows mysterious flower pattern in the black background.
The whole picture has the beauty of the simplest.
Beberapa tahun lalu, Nokia adalah jawara dalam dunia mobile atau ponsel. Namun, era Nokia akhirnya berangsur pudar seiring dengan munculnya produk dari Research In Motion (RIM) yang dinamakan BlackBerry.

Hampir semua orang berduyun-duyun meninggalkan Nokia dan mencoba perangkat baru dari RIM tersebut. Dinasti Nokia telah berganti dengan berkibarnya bendera RIM hampir di seluruh penjuru dunia.

Namun, ketika Apple memperkenalkan produknya yang diberi nama iPhone dan banyaknya dipasarkan perangkat-perangkat smartphone berbasis Android, nama, BlackBerry semakin tergeser. Bahkan pengguna Personal Digital Assistant (PDA) juga mulai beralih menggunakan smartphone.

RIM semakin terpojokkan dengan diciptakannya perangkat handset berbasis Android dan munculnya generasi-generasi baru dari iPhone. Selain memudahkan para penggunanya dalam mengakses aplikasi, layar sentuh yang terdapat di dalam perangkat Android dan iPhone merupakan hal yang baru bagi pengguna handset, sedangkan RIM tetap mempertahankan era keypad QWERTY.

Seperti yang diulas oleh Gounce.com, salah satu kekurangan yang dimiliki BlackBerry adalah RIM tidak memberikan ragam aplikasi seperti yang terdapat di dalam perangkat Android atau iPhone. Banyak pengguna handset yang sekarang ini mulai melakukan segala aktifitasnya dengan memadukan antara gerak personal dan teknologi.

Hal tersebut menandakan bahwa penggunaan aplikasi dalam sebuah perangkat handset sangat dibutuhkan untuk memperingan kerja dan membantu aktifitas pengguna handset setiap hari. Oleh karenanya, diakui atau tidak, RIM sekarang banyak kehilangan lingkup pasarnya yang akhirnya diambil alih oleh Android dan iPhone.

Nampaknya, Nokia memahami kecenderungan para pengguna handset mulai suka akan penggunaan touchscreen daripada keypad, oleh karenanya, Nokia bekerja sama dengan Microsoft dengan menciptakan produk-produk yang memiliki layar sentuh, contohnya Lumia 900.

Hal lain yang membuat iPhone atau perangkat Android lain nampak lebih unggul dari pada BlackBerry adalah dari segi layar. Untuk urusan membaca sebuah artikel, mengakses peta online, memainkan game, atau sejenisnya, sangatlah ribet apabila harus menggunakan layar kecil yang digunakan oleh BlackBerry (kecuali BlackBerry Torch dan Storm).

Dengan layar yang lebih lebar daripada layar BlackBerry, maka semua aktifitas dapat dilakukan dengan nyaman dan cepat. Memang, perangkat Android atau iPhone adalah komputer mini dalam satu genggaman, namun BlackBerry masih memiliki keunggulan yaitu, dari segi kecepatan untuk menulis email atau sejenisnya.

Menurut Anda, apakah era BlackBerry memang perlahan sudah mulai berakhir dan mulai berganti dengan era touchscreen?
Kalau saja Dr.Klaus Märtens yang juga seorang veteran militer nggak mengalami cedera kaki di tahun 1945, mungkin saja kita nggak bisa memakai sepatu boot Doc Martens. Dari garasi rumahnya di Munich, Jerman, ia mendesain ulang bentuk sepatu boot militer menjadi lebih nyaman dan bisa dipakai sehari-hari. Maklum, untuk kakinya yang cedera, sepatu boot militer yang biasa dia pakai jelas jadi nggak bisa diandalkan.

Tapi Dr.Klaus nggak bekerja sendiri. Awalnya, ia minta bantuan dari keluarga Griggs asal Northampton, Inggris, yang memang sudah terkenal jago membuat sepatu berkualitas. Dari konsep awal Dr.Klaus soal sepatu boot militer tadi, mereka mengembangkan ide dasar menciptakan sepatu yang nyaman tapi juga punya praktikal, tahan banting, dan berdesain klasik!

Tanpa mereka duga sebelumnya, sepatu rancangan mereka yang kemudian dipasarkan ternyata disukai banyak orang. Trend memakai sepatu ini pun terus berkembang layaknya virus yang menyebar. Pada tahun 60 hingga 70-an pemakai Doc Marters semakin beragam alias dari berbagai kalangan. Kelompok mods, glam, punks, ska, nu-metal, grunge, britpop... semua orang suka memakainya. Hebatnya lagi, trend memakai sepatu ini bertahan hingga puluhan tahun setelahnya!

Dan seperti nggak pernah berhenti berinovasi, kini sepatu Doc Martens tampil lebih eye catching dengan koleksi-koleksi seru seperti sepatu dengan candy color yang cocok dipakai remaja seperti kita. Kamu yang masih penasaran dan pengin baca lebih banyak soal sepatu terkenal ini bisa klik: http://www.drmartens.com/

Awal Mula Sepatu Doc Martens

by on June 08, 2012
Kalau saja Dr.Klaus Märtens yang juga seorang veteran militer nggak mengalami cedera kaki di tahun 1945, mungkin saja kita nggak bisa mema...

Jadwal Pertandingan Euro 2012

GRUP A GRUP B GRUP C GRUP D
Polandia
Belanda Spanyol Perancis
Yunani
Denmark Italia Inggris
Rusia
Jerman Irlandia Ukraina
Ceko
Portugal Kroasia Swedia

Jumat, 8 Juni
21:00 Polandia vs Yunani

Sabtu, 9 Juni
01:00 Rusia vs Ceko
22:15 Belanda vs Denmark

Minggu, 10 Juni
01:00 Jerman vs Portugal
22:15 Spanyol vs Italia

Senin, 11 Juni
01:00 Irlandia vs Kroasia
22:15 Prancis vs Inggris

Selasa, 12 Juni
01:00 Ukraina vs Swedia
22:15 Yunani vs Ceko

Rabu, 13 Juni
01:00 Polandia vs Rusia
22:15 Denmark vs Portugal

Kamis, 14 Juni
01:00 Belanda vs Jerman
22:15 Italia vs Kroasia

Jumat, 15 Juni
01:00 Spanyol vs Irlandia
22:15 Ukraina vs Prancis

Sabtu, 16 Juni
01:00 Swedia vs Inggris

Minggu, 17 Juni
01:00 Ceko vs Polandia
04:00 [delay] Yunani vs Rusia

Senin, 18 Juni
01:00 Portugal vs Belanda
04:00 [delay] Denmark vs Jerman

Selasa, 19 Juni
01:00 Kroasia vs Spanyol
04:00 [delay] Italia vs Irlandia

Rabu, 20 Juni
01:00 Inggris vs Ukraina
04:00 [delay] Swedia vs Prancis

Jumat, 22 Juni
01:00 [Perempat-final 1] 1A vs 2B

Sabtu, 23 Juni
01:00 [Perempat-final 2] 1B vs 2A

Minggu, 24 Juni
01:00 [Perempat-final 3] 1C vs 2D

Senin, 25 Juni
01:00 [Perempat-final 4] 1D vs 2C

Kamis, 28 Juni
01:00 Pemenang perempat-final 1 vs 2

Jumat, 29 Juni
01:00 Pemenang perempat-final 3 vs 4

Minggu, 1 Juli
23:00 Pemenang semi-final 1 vs 2